Iduladha sebuah Momentum Membangun Karakter

Iduladha sebuah Momentum Membangun Karakter
Oleh : Wahyu Priyanti,S.Pd,M.PdI
Karakter menjadi isu krusial saat ini, dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa. Dari tingkat masayarakat bawah hingga para pejabat yang menikmati kursi kekuasaannya. Beragam kasus yang terjadi saat ini menggambarkan bahwa karakter perlu menjadi isu yang perlu menjadi arus utama dalam pembahasan bangsa kita serta tidak lanjut dalam menguatkan karakter SDM Manusia Indonesia, dari anak -anak, remaja, orang dewasa, masyarakat pinggiran hingga penguasa.
Momentum Iduladha hendaknya tidak dijadikan sebuah ritual formalitas semata disetiap tahunnya. Namun kita semua perlu mengambil makna dari kisah iduladha yang di dalamnya terdapat kisah penuh makna dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Mengambil nilai -nilai karakter dari kisah abadi sepanjang zaman ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail kepada Allah. Nilai-nilai karakter yang dapat kita ambil dari menyelami kisah Nabi Ibrahim dan momentum iduladha antara lain:
1. Iduladha momentum merefres iman dan menguatkan ketaatan pada Allah. Berkaca dari kisah Nabi Ibrahim yang taat dalam menjalan perintah, baik yang senang maupun tidak disenangi, dalam keadaan sempit maupun dalam keadaan lapang. Ketaatan Nabi Ismail yang dengan keridhoaan dan kerelaan untuk disembelih oleh Nabi Ibrahim sebagai manifestasi taat dan ibadah kepada Allah.
2. Sebuah kejujuran iman yang menggerakkan dan meyakinkan Nabi Ismail atas perintah Allah kepada Nabi Ibrahim. Bahwa iman bukan sekedar ucapan dan keyakinan. Namun meminta sebuah bukti dan aksi nyata. Dan Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail telah menjadi contoh dalam pembuktian kejujuran atas iman yang semua kita bisa mengambil ibrah.
3. Nilai ketangguhan dan kesabaran menjadi nilai-nilai karaker yang lain dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Tangguh dan Sabar dalam menjalankan misi ketaatan dan kepemimpinan. Dan dalam proses membangun ketangguhan dan kesabaran perlu sebuah proses pendidikan yang terus menerus berkelanjutan yang didasari atas ketauhidan kepada Allah SWT.
4. Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan kita bahwa ada sebuah proses pendidikan dari Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail. Ada peran orang tua dalan mencetak generasi-generasi seperti sosok Nabi Ismail. Karena itu keluarga selamanya memiliki peran penting dalam menumbuhkan, menjaga, mengembangkan dan menguatkan karakter. Mari menghadirkan suasana keluarga Ibrahim di rumah-rumah kita sehingga Allah jadikan keluarga kita menjadi keluarga yang Rabbani. Wallahu a'alam bishowab
5. Kisah Iduladha dan Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk peduli terhadap sesama. Mengajarkan nilai-nilai kepedulian dan berbagi pada sesama. Sebagai manifestasi dari nilai-nilai agama yang diyakini.
Semoga bermanfaat. Aamiin
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Tujuan Pendidikan Islam dalam Perspektif Tujuan Penciptaan Manusia dan Tujuan Pendidikan N
- Jurnal Syukur Bagi Kesehatan Mental
- Membangun Kesehatan Mental Gen Z di Era Digital
- Lima Manfaat Dream Mapping untuk Masa Depan Siswa
- Menulis Bagi Kesehatan
Kembali ke Atas


