Seni Memuji Siswa dengan Pola Growth Mindset

Seni Memuji Siswa dengan Pola Growth Mindset
Oleh : Wahyu Priyanti,S.Pd,M.PdI
Istilah Growth Mindset menjadi salah satu topik penting dalam beberapa kurun waktu terakhir. Pokok pembahasan ini sangat penting sekali kita bahas, terutama bagi seorang guru. Kenapa? Zaman senantiasa berkembang, maka kita perlu mendidik anak-anak kita sesuai perkembangan zaman namun dengan tetap menjaga nilai-nilai karakter. Di samping itu, setiap anak memiliki keunikan masing-masing yang memerlukan seni dalam mendidik dan menuntunnya. Karena mindset bertumbuh bagi seorang guru sangat penting dimiliki. Apalagi dalam konteks saat ini, growth mindset menjadi dasar dalam pembelajaran mendalam.
Ada dua jenis mindset yang dikenal sebagaimana yang tertuang dalam Buku The Growth Mindset Coach, Seni mengajar pola pikir tumbuh agar murid berprestasi. Yaitu Fix mindset dan growth mindset. Fix mindset/mindset tetap yaitu keyakinan bahwa kita lahir dengan kecerdasan dan kemampuan yang tetap. Orang yang bekerja dengan pola pikir ini akan cenderung menghindari tantangan dan kegagalan sehingga membatasi diri mereka dengan dari hidup yang kaya pengalaman dan pembelajaran.
Sedangkan pada mindset bertumbuh atau growth mindset meyakini bahwa latihan, ketekunan dan usaha, seseorang memiliki kemampuan tanpa batas untuk belajar dan berkembang. Orang-orang yang berpola pikir ini akan menghadapi tantangan dengan percaya diri,tidak khawatir akan membuat kesalahan atau mempermalukan diri sendiri,tapi fokus pada pertumbuhan diri.
Dalam konteks pendidikan, guru yang memiliki pola pikir growth mindset akan mampu mengembangkan diri dan peserta didiknya, serta sekolah. Dalam praktik penilaian dalam pembelajaran di kelas, sebagaimana dituliskan dalam buku The Growth Mindset, yang menjadi salah satu bagian dari buku tersebut adalah Masukan itu hadiah, maka terima saja. Pada bagian tersebut, mengajarkan kita seni dalam memberikan pujian kepada peserta didik ketika proses belajar. Diantaranya adalah
1. Pujian berbasis proses adalah cara memuji yang lebih baik dari pujian pribadi. Misalnya sebuah pujian yang mengatakan "kamu pinter banget". Pujian itu bersifat pribadi, fokus pada sifat dan kualitas murid. Sedangkan pujian berbasis proses contohnya adalah "kamu sudah bekerja keras dalam hal ini". Sebuah pujian proses yang mengakui kontribusi kinerja, strategi dan aksi untuk keberhasilan suatu tugas. Contoh lain dalam pujian pribadi dan proses antara lain
- kamu pintar sekali vs ibu suka cara kamu mengerjakan dengan berbagai cara dan strategi dalam menyelesaikan masalah
- kamu seniman yang brilliant vs usahamu dalam melukis terlihat dalam gambarmu
Nah....mari mulai membiasakan diri dengan memberikan umpan balik dan pujian yang berbasis pada proses, bukan pada pribadi.
2. Ubah pujian non spesifik menjadi pujian spesifik. Contoh yang bisa kita praktikkan dengan anak-anak kita adalah
- kamu keren vs kamu telah berusaha luar biasa dalam memecahkan soal konsep mol ini
- selamat ya vs selamat atas pentas tarimu kemarin ya,saya bisa melihat bahwa kamu banyak berlatih.
3. Mengubah kritik pribadi menjadi kritik proses dengan contoh penerapan kalimat sebagai berikut
- piano ini memang bukan untukmu vs teruslah berlatih setiap hari, maka kamu akan dekat dengan penguasaan ketrampilan ini.
Dalam proses jangka panjang, anak-anak yang diberikan pujian, umpan balik, kritik yang berbasis proses, menurut penelitian mereka akan memiliki karakter positif serta condong memiliki mindset yang bertumbuh.
Mari mulai membiasakan memberikan umpan balik, pujian berbasis proses dan tidak terjebak pada pujian pendek yang tidak spesifik yang biasanya menggunakan frasa frasa pendek misalnya kamu hebat, kamu pintar dll.
Selamat belajar dan mengaplikasi dalam memberikan umpan balik, pujian kepada peserta didik dengan pola pikir mindset bertumbuh.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Tujuan Pendidikan Islam dalam Perspektif Tujuan Penciptaan Manusia dan Tujuan Pendidikan N
- Jurnal Syukur Bagi Kesehatan Mental
- Membangun Kesehatan Mental Gen Z di Era Digital
- Lima Manfaat Dream Mapping untuk Masa Depan Siswa
- Menulis Bagi Kesehatan
Kembali ke Atas


