COACHING SEBUAH PENDEKATAN DALAM MEMBINA KARAKTER DAN OPTIMALISASI POTENSI PESERTA DIDIK

COACHING SEBUAH PENDEKATAN DALAM MEMBINA KARAKTER DAN OPTIMALISASI POTENSI PESERTA DIDIK
Wahyu Priyanti,S.Pd,M.PdI
Guru SMA Negeri 15 Batam
Definisi Coaching dalam Masyarakat Coach Indonesia (MCI) adalah percakapan intensif antara Coach dengan Client dimana Coach memfasilitasi Client untuk Menemukan dan Memperjelas Tujuan, menyusun rencana langkah dan menemukan sumber daya untuk mencapai tujuan menggunakan potensi terbaik dan sumberdaya di dalam diri.Dari pengertian di atas, dalam konteks pendidikan, seorang guru dapat menggunakan pendekatan coaching dalam proses memfasilitasi peserta didik agar menemukan dan membantu peserta didik memiliki tujuan yang jelas, kemudian dengan percakapan coaching mampu memfasilotasi peserta didik menemukan langkah-langkah untuk mencapau tujuan yang telah ditentukan dengan mengidentifikasi dan memaksimalkan sumber daya yang ada. Dalam mendidik siswa, seorang guru akan selalu dihadirkan beragam peserta didik dengan beragam latar belakang, asal usul, karakter yang berbeda, kemampuan akademik yang berbeda yang tentunya dengan berbagai hal kompleks yang menuntut guru untuk mendampingi dan menuntun anak-anak di sekolah. Bukan hanya yang sudah baik saja. Namun semua siswa perlu mendapatkan sentuhan terbaik dari seorang guru. Karena pada dasarnya setiap anak itu baik sesuai dengan fitrahnya. Karena itu dalam proses menuntun dan memaksimalkan potensinya kita perlu menggunakan Coaching sebagai salah satu pendekatan yang ramah dan mampu mengeksplor serta memberdayakan peserta didik.
Mengapa Coaching adalah pendekatan yang memberdayakan? Coaching berbeda dengan istilah istilah fasilitasi lain yang sering kita dengar, misalnya konseling,konsulting, training dan mentoring. Coaching menjadi salah satu pendekatan yang pemberdayakan karena
- Pada Coaching proses yang terjadi adalah bagaimana seorang guru sebagai coach berusaha menggali potensi siswa dengan pertanyaan pertanyaan yang berbobot dan bermakna, sehingga mulai dari tujuan yang jelas, langkah-langkah yang rinci serta identifikasi sumber daya yang diperlukan dalam menyelesaikan tujuannya murni dari diri murid. Seorang guru hanya mengeksplor dengan pertanyaan-pertanyaan. Proses inilah yang dinamakan dengan In Side Out. Proses ini akan cukup efektif dalam membangun kesadaran diri murid kita serta perubahan apa yang akan dilakukan.
- Pada sarana fasilitasi selain coaching yang terjadi adalah ada hal baru yang diberikan kepada siswa sebagai klient. Ada ilmu, pengetahuan, pengalaman, nasehat, yang diberikan orang lain kepada diri siswa. Dalam proses ini dinamakan out side in.
Adapun perbedaan yang lain antara coaching dengan selain coaching yang akan semakin menguatkan pemahaman kita bahwa coaching sebagai pendekatan yang mampu menguatkan kesadaran peserta didik, membangun kemandirian peserta didik, berfikir kritis, memperkuat tanggung jawab siswa serta memberdayakan peserta didik antara lain:
- Pada coaching proses fasilitasi peserta didik dengan bertanya, sedangkan yang bukan coaching proses memfasilitasinya dengan memberikan arahan dan perintah.
- Pada coaching, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh guru sebagai coach bersifat memberdayakan peserta didik yang menuntut peserta didik berfikir, mencari,mendalami dan memutuskan serta merefleksi sendiri, sedangkan selain coaching bersifat membantu atau menolong dengan memberikan informasi, ilmu, nasehat, keterampilan dll.
- Percakapan Coaching akan membantu peserta didik memperkuat tanggung jawab dari langkah-langkah yang sudah diambil dan dilakukan. Peserta didik merefleksi diri hal yang sudah baik dan perlu diperbaiki kedepannya. Sedangkan selain coaching pada umumnya akan cenderung menyalahkan atau membenarkan langkah-langkah yang sudah diambil oleh peserta didik.
- Pada proses coaching, rangkaian pertanyaan yang disampaikan oleh guru sebagai coach adalah berasal dari proses mendengarkan hal-hal yang disampaikan oleh peserta didik sebagai client. Sedangkan bukan coaching pertanyaan cenderung interview bukan dari proses mendengar dari client.
- Pada Coaching, proses mencari dan menemukan solusi berasal dari diri peserta didik sebagai klient dari pertanyaan pertanyaan yang diberikan oleh guru sebagai coach. Sedangkan pada proses bukan coaching solusi, jalan keluar bukan dar klient
- Pada proses coaching, seorang guru sebagai coach menanya, sedangkan jika bukan coaching biasanya langsung memberitahu.
Dari rangkaian perbedaan antara coaching dengan bukan coaching, sudah saatnya kita mulai bertransformasi dalam memfasilitasi peserta didik, baik dalam mengembangkan potensi peserta didik, menyelesaikan permasalahan peserta didik dengan menggunakan pendekatan coaching, baik dengan percakapan coaching ataupun dengan proses coaching.
Ada empat prinsip dasar Coaching yang akan membuat kita sebagai guru semakin yakin untuk memulai mengimplementasikan praktik baik ini dengan peserta didik di sekolah, antara lain:
- Pembukaan; Ini adalah bagian awal proses coaching dimana seorang guru membuka proses coaching bersama peserta didik yang tujuannya adalah untuk perkenalan, menjelaskan proses coaching, membangu kesamaan kerangka fikir entang coaching serta outcome dari proses coaching yang dilakukan.
- Mendukung; Guru sebagai seorang Coach harus memiliki skill mendukung peserta didik sebagai klient agar peserta didik merasa aman, nyaman, merasa diperhatian dan Sehingga ketika peserta didik merasa aman, nyaman, ia dapat memberikan informasi dengan sebenar-benarnya dalam proses coaching yang terjadi. Tidak ada yang disembunyikan karena ketakutan dan ketidaknyamanan.
- Mendengar; Setelah mendukung, seorang guru sebagai coach harus mampu menjadi pendengar yang baik. Sehingga ia dapat membaca Pikir, Rasa Ucap dan Laku (PRUL) peserta didik, Gesture, Raut Wajah dan Keyakinan dari peserta didik tanpa ada proses labelisasi.
- Bertanya; Skill yang sangat penting selain skill mendukung dan mendengar adalah skill bertanya. Pertanyaan dari proses mendengar dari klient yang harapannya mampu mengeksplor Keinginan, Motivasi, Kompetensi, Rencana,Sumber daya,Keputusan, Hambatan dan Indikator Dst dari diri peserta didik sebagai klient.
Adapun rangkaian proses coaching bersama peserta didik dapat menggunakan skema berikut jika proses coaching dilakukan dalam kurun waktu 60 menit.
- 1. Framing pembuka 10' : Pada tahap ini, guru membangun kerangka berfikir yang sama dengan klient tentang proses coaching serta membangun kesepakatan bersama yang harapannya proses coaching dapat berjalan dengan lancar.
- 2. Framing SMART Goal 10'
Pada tahap ini, seorang guru memandu peserta didik menemukan tujuan yang jelas dan SMART yang meliputi Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time.
Cara membuat SMART Goals
- Tentukan tujuan yang spesifik dan jelas
- Identifikasi cara untuk mengukur kemajuan
- Tentukan tujuan yang realistis dan dapat dicapai
- Pastikan tujuan relevan dengan visi, misi, dan tujuan Anda
- Tentukan tenggat waktu untuk mencapai tujuan
Adapun Manfaat SMART Goals adalah
- Membantu mengubah tujuan yang tidak jelas menjadi langkah-langkah yang mudah dilakukan
- Meningkatkan produktivitas tim
- Mengurangi waktu yang terbuang
- Lebih cepat mencapai tujuan
- Memberikan motivasi untuk bertindak
- Membantu mengukur kemajuan
- Membantu mengelola prioritas
- SCORE MODEL 20' ;merupakan salah satu model atau alur dala m coaching yang memfasilitasi peserta didik menganalisis masalah dan tantangan, menetapkan tujuan, dan mengembangkan solusi. SCORE merupakan singkatan dari Situation, Causes, Outcomes, Resources, and Effect.
Dimana pertanyaan – pertanyaan yang akan ditanyakan kepada peserta didik sebagai klient dengan alur berikut yang dapat kita kemas dengan bahasa kita sendiri.
- Symptoms: Menentukan masalah dan bagaimana masalah tersebut muncul
- Causes: Mencari akar penyebab masalah
- Outcome: Menentukan bagaimana masa depan yang diinginkan akan berbeda dengan masa kini
- Resources: Mencari alat yang dapat membantu, seperti keterampilan atau pengetahuan yang dibutuhkan
- Effect: Menentukan perubahan yang akan terjadi ketika tujuan tercapai
- Kesimpulan awal dan action plan 10' ; Tahap ini merupakan kesimpulan klient dari proses coaching yang sudah dilaksanakan ,bagaimana perasaan klient juga dapat disampaikan di sini serta ketercapaian tujuan yang diharapkan pada proses coaching. Pada bagian ini, dengan dipandu pertanyaan berbobot dari guru, peserta didik juga menyimpulkan langkah-langkah yang akan dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan tujuan yang ingin dicapai sesuai SMART goal yang dirumuskan.
- Feed Back dan closing 10' ; Pada akhir sesi coaching ini, guru sebagai coaching meminta feed back dari peserta didik selaku klient terkait proses coaching yang sudah difasilitasi oleh seorang guru. Kemudian sesi coaching ditutup oleh Coach.
Semoga sedikit gambaran terkait coaching di atas, menambah pemahaman dan penguatan untuk memulai mengimplementasikan proses coaching kepada peserta didik di sekolah, baik dalam proses pembinaan karakter maupun menguatkan potensi peserta didik di sekolah.
REFERENSI
https://jakarta.telkomuniversity.ac.id/smart-goals-tujuan-teratur-kesuksesan-yang-terarah/
https://id.jobstreet.com/id/career-advice/article/metode-smart-goals-sukses-capai-target#:~:text=FAQ-,Apa%20itu%20SMART%20goals?,Relevant%2C%20dan%20Time%2DBound.
https://asana.com/id/resources/smart-goals#:~:text=Begini%20caranya.-,Apa%20itu%20gol%20SMART?,Time%2Dbound%20(Terikat%20waktu)
https://thehouseofcoaching.com/en/blog/the-score-makes-problem-solving-easy
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Tujuan Pendidikan Islam dalam Perspektif Tujuan Penciptaan Manusia dan Tujuan Pendidikan N
- Jurnal Syukur Bagi Kesehatan Mental
- Membangun Kesehatan Mental Gen Z di Era Digital
- Lima Manfaat Dream Mapping untuk Masa Depan Siswa
- Menulis Bagi Kesehatan
Kembali ke Atas


