• Motivasi 1
  • Motivasi 2
  • Motivasi 3

Selamat Datang di Website SMA NEGERI 15 BATAM. Terima Kasih Kunjungannya

Kontak Kami


SMA NEGERI 15 BATAM

NPSN : 11002458

Jalan Hang Kesturi Kp.Jabi Kel.Batu Besar Kec.Nongsa Batam


info@sma15batam.sch.id

TLP : 07787497451


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana Tingkat Kepuasan Bapak Ibu Wali Murid terhadap SMAN 15 Batam
Cukup
Puas
Sangat Puas
  Lihat
Bagaimana Tingkat Kepuasan Peserta Didik pada Pelayanan Pendidikan di SMAN
Cukup Puas
Puas
Sangat Puas
  Lihat
Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik

Status Member

Puasa Ramadan Moment Menguatkan Muroqobatullah dan Kecintaan Kepada Sesama




Puasa Ramadan Moment Menguatkan Muroqobatullah dan Kecintaan Kepada Sesama

                                                Oleh : Wahyu Priyanti,S.Pd,M.PdI

 

Puasa Ramadan adalah sebuah moment pendidikan dan pembinaan seorang hamba. Baik dalam hubungan dengan Allah maupun hubungan kepada manusia. Puasa yang berarti menahan (imsak) menahan diri dari sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan menyadari kondisi diri yang berpuasa seorang hamba tidak akan mudah untuk berkata kotor, mencela, mencuri, marah-marah,ghibah dan lain-lain. Karena menyadari bahwa ia sedang berpuasa. Dalam konteks ini, seorang mukmin menyadari diri bahwa puasa adalah perisai yang akan membentengi diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah. Sebagai ada seuah hadits yang menyatakan bahwa :

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Puasa adalah perisai” (H.R. Bukhari dan Muslim).


Suasana sendiri maupun ramai tidak akan menyebabkan seorang hamba untuk membatalkan puasa dengan makan dan minum dengan sengaja. Ada sebuah effort dan usaha untuk berbuat baik dengan membaca Al Qur’an, sholat, dzikir dan amalan-amalan yang lain, karena sebuah kesadaran adanya muroqobbatullah, perasaan merasa diawasi oleh Allah. Perasaan merasa diawasi oleh Allah akan menjadi perisai yang memuat seorang hamba menjaga dirinya dari hal-hal yang membuat Allah tidak ridho kepada amal-amal yang membuat Allah sayang kepada hamba. Dan kondisi seperti itu tepupuk dalam sebuah tempaan ramadan. Karena itu ramadan menjadi sebuah moment seorang hamba menghidupkan hati dengan perasaan merasa di awasi oleh Allah yang dihidupkan dengan ihsan.

Kebiasaan –kebiasaan baik yang terus menerus dilakukan secara istiqomah akan menjadi sebuah budaya. Yang harapannya jiwa muroqobatullah ini akan memberikan bekas setelah ramadan dalam kehidupannya bermasyarakat. Sebuah pemandangan yang indah ketika semangat dan nilai-nilai yang kita dapatkan ketika ramadan mampu kita hidupkan dan kita terapkan 11 bulan setelah ramadan hingga bertemu ramadan kembali. Indonesia akan menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur.

Selain ramadan menjadi sebuah sarana menguatkan ruh muroqobbatullah, Ramadan merupakan sebuah tempaan dan pendidikan seorang hamba dalam menanamkan kecintaan kepada sesama. Yang berlebih peduli kepada yang kurang. Puasa yang mengharuskan seorang hamba menahan lapar dengan tidak makan dan minum mendidik seorang hamba untuk merasakan kondisi yang dirasakan oleh orang yang kekurangan  dengan merasakan rasa lapar, sehingga kondisi itu menguatkan panggilan jiwanya untuk berbagi dengan sesama.Syariat islam dengan adanya Zakat mengajarkan kita akan makna penting untuk peduli dan mau berbagi dengan sesama. Sebagaimana sebah hadits mengatakan bahwa

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya, padahal ia mengetahuinya."  (HR At-Thabrani)

Karena itu Islam mendidik kita sebagai seorang hamba untuk menjadi hampa yang peka terhadap kondisi lingkungan. Berusaha menolong dan membantu  sebelum diminta. Memberi sebelum orang meminta. Membiasakan berbagi dengan sesama semampu kita, mendidik jiwa untuk peduli sehingga selepas ramadan kebiasaan peduli dan berbagi ini menjadi sebuah karakter baru yang kita miliki.

Semoga Allah SWT senantiasa menuntun kita semua dan memudahkan kita beramal sholih selama ramadan dan membimbing kita setelah ramadan. Aamiin

 

Referensi

Sumber: https://muslim.or.id/30048-puasa-adalah-perisai-seorang-muslim.html
https://ramadhan.republika.co.id/berita/q9hkpr430/tak-beriman-jika-kita-kenyang-dan-tahu-tetangga-kelaparan?#:~:text=Dalam%20hal%20ini%2C%20Rasulullah%20SAW,(HR%20At%2DThabrani).




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas